
Setiap daerah di Indonesia mempunyai adat istiadat dan tradisi tersendiri. Mulai dari pakaian adat, makanan tradisional, bentuk rumah, kebiasaan masyarakat, corak dan jenis kesenian, hingga perayaan kegiatan di daerah masing-masing. Berbicara tentang kesenian tradisional, Angguk dan Jathilan merupakan bentuk pementasan yang masih sering digelar pada pelaksanaan hajatan masyarakat Jawa. Tarian klasik yang dibawakan oleh beberapa orang, baik laki-laki ataupun perempuan ini memiliki pernak-pernik yang menarik. Mulai dari kostum maupun properti kelengkapan yang digunakan.
Pada momentum bulan Muharram ini atau "sasi suro" dalam istilah Jawa, Pentas Angguk dan juga Jathilan turut meneriahkan pelaksanaan hajatan warga di Padukuhan Kedungsogo dalam rangka khitanan. Pagelaran pentas angguk maupun jathilan ini memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat yang cukup mengundang banyak penonton. Sebelumnya pihak penyelenggara terlebih dahulu mengajukan permohonan izin kegiatan kepada kantor kepolisian setempat maupun kalurahan. Sehingga pada pelaksanaan kegiatan berjalan cukup kondusif dan lancar dengan dibantu Linmas dan Jagawarga wilayah untuk dukungan pengamanan dengan pemantauan dari pihak Kepolisian Sektor Pengasih.
Pagelaran pentas seni angguk dan jathilan ini cukup memberikan arti/kesan tersendiri di masa liburan sekolah. Khususnya anak-anak bisa menyaksikan langsung bentuk kesenian tradisional di masyarakat yang sebelumnya hanya dipelajari sebagai materi pelajaran di sekolah. Sehingga diharapkan dapat dilestarikan oleh generasi ke generasi yang merupakan warisan budaya lokal.
