You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Kedungsari
Kalurahan Kedungsari

Kap. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kalurahan Kedungsari

SEJUKKAN KALBU DALAM NUANSA HALAL BIHALAL

24 Mei 2022 Dibaca 1.318 Kali
SEJUKKAN KALBU DALAM NUANSA HALAL BIHALAL

          Serasa sekejap telah berlalu, bulan Ramadhan yang penuh berkah. Satu bulan sudah umat muslim menjalankan ibadah untuk menahan lapar, dahaga, dan nafsu dunia. Tibalah hari kemenangan yang dinanti, dalam momen idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah. Setiap individu dengan hati yang penuh keceriaan menyambutnya bersama keluarga terkasih, dan sanak saudara maupun handai taulan. Sajian ketupat, opor ayam, rendang daging sapi, dan berbagai hidangan seakan menandakan pameran kuliner di masing-masing rumah, serta melengkapi tradisi saling maaf-memaafkan setelah satu tahun lamanya mungkin mengganjal dalam hati tiap-tiap individu. Rangkaian kegiatan syawalan dan halal bihalal pun diselenggarakan oleh berbagai kelompok/komunitas untuk merekatkan kembali tali sillaturrahmi/persaudaraan.

          Maksud dan arti yang ingin dirujuk adalah masing-masing pribadi saling memberikan kehalalan atas kesalahan-kesalahan yang terlanjur sudah diperbuat. Halal bihalal ini merupakan ajaran yang menekankan sikap persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang terutama sesudah Hari Raya Idul Fitri. Dalam momen halal bihalal, biasanya orang akan saling maaf memaafkan, baik secara individu maupun kelompok yang tujuannya antara lain untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi.

          Halal bihalal menurut tinjauan hukum fikih menjadikan sikap yang tadinya haram atau yang tadinya berdosa menjadi halal atau tidak berdosa lagi jika para pelaku halal bihalal secara lapang dada dapat saling maaf-memaafkan. Dari sisi linguistik, halal bihalal bermakna menyelesaikan masalah atau meluruskan benang kusut atau mencairkan sesuatu hal yang membeku menjadi tersambung kembali ketika ada peristiwa saling maaf-memaafkan, yang umumnya terjadi saat Lebaran. Secara keseluruhan halal bihalal bertujuan agar menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, dan berbuat baik secara berkelanjutan, mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama.

          Dalam mewujudkan hakikat halal bihalal ini, Pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2022 diadakan acara SYAWALAN DAN HALAL BIHALAL KALURAHAN KEDUNGSARI. Undangan yang hadir adalah Aparatur Pemerintah Kalurahan Kedungsari, BPK Kedungsari baik unsur pimpinan maupun anggota, Ketua LPMKal, Ketua Kader, Ketua PKK, Ketua Karang Taruna. Narasumber dari kegiatan ini dalam Siraman Rohani oleh Bapak Muhammad Nur Charir Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Fadhilah Kedungsari. Tausyiyah yang disampaikan adalah “Hakikat Halal Bihalal” yang sangat membuat hadirin antusias karena dikemas dalam nuansa humor yang menarik dan menyejukkan kalbu.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,768,147,473 Rp2,660,852,860
104.03%
Belanja
Rp2,428,042,485 Rp2,678,708,910
90.64%
Pembiayaan
Rp367,172,746 Rp367,172,746
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp166,921,472 Rp166,921,472
100%
Hasil Aset Desa
Rp14,562,200 Rp9,987,500
145.8%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp234,895,250 Rp95,970,000
244.76%
Dana Desa
Rp1,073,618,000 Rp1,073,618,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp155,967,855 Rp193,348,204
80.67%
Alokasi Dana Desa
Rp811,882,684 Rp811,882,684
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp295,000,000 Rp295,000,000
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp9,500,000 Rp9,500,000
100%
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga
Rp0 Rp200,000
0%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp525,000 Rp525,000
100%
Bunga Bank
Rp4,775,012 Rp3,600,000
132.64%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp500,000 Rp300,000
166.67%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,259,829,303 Rp1,326,705,696
94.96%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp869,770,907 Rp893,934,700
97.3%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp246,061,400 Rp374,746,508
65.66%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp19,130,875 Rp39,790,256
48.08%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp33,250,000 Rp43,531,750
76.38%